Senin, 12 Desember 2011

Arti Seorang Teman


Sebagian merasa hidup ini tidak ada maknanya tanpa adanya seorang teman. Teman adalah orang yang dicintai dan yang mencintainya pula. Orang-orang yang dalam ketulusan hatinya menerima dengan apa adanya, tanpa bumbu dan banyak cela.

“Teman, bagiku kata itu adalah ungkapan kerinduan dan sejuta harapan. Harapan untuk saling menegur dan meneguhkan. Mencoba membuang jauh-jauh kata perbedaan, dan mencoba untuk mengawali semuanya dengan kesamaan. Pada kata itu ku temukan hakikat hidup dan kehidupan, karena bersamnya aku menahan derita dan sengsara, gundah dan gulana, namun begitu manis kerutan perjalanan layar kehidupan karena Allah lah yang telah membuatnya."

Apa Arti Sahabat??

Sahabat. Apa sih arti dari sebuah persahabatan?? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.

Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.